Alhamdulillah....
Hari itu Minggu 28 September 2014 tepat pukul 12:00 WIB
Akhirnya gue bisa menginjakan kaki di "Puncak Para Sunan" 3078 mdpl yang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat, provinsi dimana gue tinggal dan lahir.
Hari itu Minggu 28 September 2014 tepat pukul 12:00 WIB
Akhirnya gue bisa menginjakan kaki di "Puncak Para Sunan" 3078 mdpl yang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat, provinsi dimana gue tinggal dan lahir.
sungguh sampai sekarang gue masi gak habis pikir antara percaya dan gak percaya bisa berdiri di puncak gunung itu, gunung yang selama ini hanya bisa gue liat saja tiap pagi dari depan rumah, kini gue sudah bisa menaklukan puncaknya SubhanAllah nikmat dan kesempatan yang luar biasa alhamdulillah.
Negeri Diatas Awan
akhirnya kesempatan itu datang juga
setelah lama menanti dan membaca blog
tentang menaklukan
"Puncak Para Sunan"
3078 mdpl
akhirnya kesempatan itu datang juga
setelah lama menanti dan membaca blog
tentang menaklukan
"Puncak Para Sunan"
3078 mdpl
Hari itu Jum'at 26 September 2014, gue yang dari semalem sampe siang belum tidur lagi ngebut ngerjain ngedit blog dan merenungi perjalanan hidup gue yang baru kena tipu investasi bodong. Akhirnya selepas sholat jumat bisa tidur juga, namun sayang tepat pukul 14:30 atau tepatnya tidur baru 1,5 jam Hp gue bunyi tanda ada panggilan masuk ternyata dari temen gue Wartono.
Beliau ngajakin gue muncak ke ciremai besok pagi, jujur saja gue gak bisa jawab apa apa, karena dadakan banget dan gue gak punya duit juga. Akhirnya setelah menimbang dan ditimbang gue mutusin buat tidak ikut namun beliau ngotot dan kabar bagusnya semua biayanya beliau yang nanggung alias GRATIS.
Setelah dipikir dan ditimbang lagi dan rasa gak enak juga sama beliau, ditambah niat baik nya ke gue, akhirnya gue mengiyakan tawarannya dan deal lah besok pagi gue akan berangkat kerumah beliau karena start dari sana.
Pagi pun tiba gue pun bingung mau bawa apa akhirnya gue milih bawa 2 jaket, 2 celana, dan 1 baju doang plus alat-alat dan obat-obatan yang biasa gue bawa tiap kali berpergian jauh. Untuk makanan gue cuma bawa 2 bungkus roti tawar doang, karena jujur aja gue gak punya duit buat beli makanan lainnya hehehe. Setelah semuanya dirasa siap berangkatlah gue ke rumah beliau dengan memakai sepeda, dimana jarak rumah gue ke rumah beliau cukup jauh ada 2KM mah, lumayanlah buat pemanasan pikir gue saat itu, dan tepat pukul 07:00 WIB gue sampai dirumah beliau.
Setiba disana melihat perbekalan beliau yang terlalu amat simple, jadilah gue mengikuti beliau malah gue jauh lebih parah yang tadinya bayak sekarang cuma bawa baju celana 1 stel doang plus satu jacket doang, hahaha orang mau naik gunung kaya mau main ke mall, maklum pemula jadi belum tau medan hehehe...
Setiba disana melihat perbekalan beliau yang terlalu amat simple, jadilah gue mengikuti beliau malah gue jauh lebih parah yang tadinya bayak sekarang cuma bawa baju celana 1 stel doang plus satu jacket doang, hahaha orang mau naik gunung kaya mau main ke mall, maklum pemula jadi belum tau medan hehehe...
Jam 09:00 WIB kami pergi ketempat yang sudah dijanjikan untuk bertemu 4 teman kami yang lain yang sudah menunggu di Indomaret Lampu Merah Cikere, sekalian beli belanja perbekalan disitu, dan setelah perbekalan dirasa cukup dan semua tim yang berjumlah 6 orang sudah kumpul semua tepat pukul 10:30 WIB kami berangkat menggunakan minibus ke terminal harjamukti cirebon dan nyambung lagi naik mobil elf ke Palutungan tempat pendaftaran pendakian yang akan kami tuju, ya benar lewat jalur Palutungan, dan pukul 13:00 WIB kami tiba disana.
Setelah mendaftar, istirahat sejenak, dan sholat Dhuhur tepat pukul 13:30 WIB, perjalanan mendaki gunung ciremai "Puncak Para Suanan" 3078 mdpl.
Track yang akan kami tempuh adalah jalur Palutungan atau orang-orang biasanya menyebutnya jalur ke tiga karena untuk mendaki gunung ciremai ada 3 jalur :
1. Lewat Linggarjati
2. Lewat Apuy, dan
3. Lewat Palutungan
di jalur palutungan akan menemui 10 Post untuk mencapai puncaknya dan jalur ini dari post 1 samapai puncak kurang lebih berjarak 10,1 KM tapi ingat ini jalur gunung bukan jalur umum yang lurus dan gak berkelok pa lagi bermedan tapi ini jalur gunung yang tentunya berkelok, nanjak plus miring, ditambah medannya yang curam dan terjal jadi bakal nempu waktu yang cukup lumayan untuk sampai puncaknya.
10 Post nya :
1. Pintu Gunung
2. Cigowong (sumber mata air terakhir)
3. Kuta
4. Panibuyangan Badak
5. Arban
6. Tanjakan Abdi
7. Pesanggrahan
8. Sanghiang Popoh
9. Persimpangan Apuy
10. Gua Lawet, dan terakhir
10. Gua Lawet, dan terakhir
11. Puncak Ciremai (3078 mdpl)
Setelah tiba di post pertama, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju post dua, selama perjalanan kami terkagum kagum melihat pemandangan dan lukisan alam belum lagi melihat ada sungai mati yang bikin merinding di tambah salah satu teman kami kakinya ada yang keram jadi terpaksa kami berjalan santaey dan tepat pukul 16:00 WIB kami tiba di post dua "Cigowong" yang merupakan post dimana terdapat sumber mata air terakhir, karena kesananya gak ada sumber mata air lagi. Disini kami merapikan perbekalan mengisi wadah air buat perbekalan keatas dan sejenak santap sore, hmmm saya baru sadar apapun makanannya kalo dimakan di alam semuanya terasa enak dan gak menjijikan SubhanAllah lezat banget biarpun lauknya apa adanya dan seadanya.
![]() |
| Pos Ke-2 Cigowong |
Setelah semuanya siap kami kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya langitpun mulai tampak gelap, kami pun memutuskan untuk berhenti sejenak buat sholat maghrib dan isi energi alias makan lagi dan disinilah kami untuk pertama kalinya memasak. Karena waktu makan pertama tadi kami gak masak cuma makan nasi bungkus doang, tapi disini kami baru memasak pake kompor gas dan gue baru tau kompor buat masak di gunung tu ternyata kaya gitu hehehe maklum baru pertama kali mendaki gunung, waktu itu kami masak mie instan sama air susu doang sembari ngemil makanan ringan.
Setelah semuanya siap kami melanjutkan perjalanan lagi ditengah gelapnya hutan kami jalan perlahan dan berdekatan, maklum karena hanya tiga orang yang membawa penerangan, yang tiganya bawa nya ala kadarnya termasuk gue salah satunya heheehehe namanya juga gak da persiapan hehehe. Tepat pukul 23:00 WIB kami memutuskan untuk ngecamp alias bermalam kalau gak salah kami bermalam dilokasi setelah post tanjakan abdi.
Disitu kami beristirahat dan rencana pukul 01:00 WIB mau melanjutkan kembali perjalanan, tapi setelah datang waktunya hanya dua orang doang yang siap sisanya males-malesan ets gak termasuk saya lo yg males-malesan itu hehehee...
Disitu kami beristirahat dan rencana pukul 01:00 WIB mau melanjutkan kembali perjalanan, tapi setelah datang waktunya hanya dua orang doang yang siap sisanya males-malesan ets gak termasuk saya lo yg males-malesan itu hehehee...
Kata mereka dingin berhubung suara terbanyak milih tidur lagi jadi kami terpaksa menunda perjalanan nanti pukul 04:00 WIB saja, saya dan wartono gak bisa tidur karena kedinginan maklum gak ada persiapan bawa ala kadarnya jadi buat nahan rasa dingin kami cuma bawa jacket doang, Ya namanya juga jacket pasti tembus juga hawa dinginnya lama-kelamaan mah. Akhirnya kami mutusin buat bikin air panas tapi berhubung kami berdua baru pengalaman pertama naik gunung, jadi maklum make kompor gunung pun gak bisa al hasil kompor malah bocor dan rusak hehehee, ya namanya juga baru pertama hehehe....
Gak jadilah kami bikin air hangat dan terpaksa kembali masuk tenda dan maksain buat mejamin mata walo gak bisa terpejam karena kedinginan.
Jam 04:00 WIB pun tiba, walo sulit dibangunkan akhirnya mereka pada bangun juga dan setelah sholat shubuh, tenda dirapihkan, dan semua siap kami melanjutkan perjalanan kami start pukul 05:30 WIB.
Dan baru berjalan 1,5 jam semua uda pada lemes karena belum sarapan kamipun memutuskan untuk istirahat dan sarapan dulu, karena kompor rusak gara-gara semalem jadilah kami sarapan ala kadarnya mie kering dan roti kering plus susu juga extra joss heheheeee....
Dan baru berjalan 1,5 jam semua uda pada lemes karena belum sarapan kamipun memutuskan untuk istirahat dan sarapan dulu, karena kompor rusak gara-gara semalem jadilah kami sarapan ala kadarnya mie kering dan roti kering plus susu juga extra joss heheheeee....
Kami pun melanjutkan perjalanan lagi disinilah atau tepatnya setelah post sanghiang popoh, pemandangan negri diatas awan mulai terlihat, namun tentunya medan semakin terjal dan kemiringan semakin ekstrim.
Dengan susah payah kami melewati semua medan perlahan, puncak ciremai perlahan mulai terlihat dan dikanan kiri bunga edelwis bunga khas yang hanya tumbuh dipuncak gunung yg berada diatas ketinggian 3000 mdpl mulai terlihat sepanjang jalan, bunga ini juga disebut bunga keabadian gue gak tau kenapa disebut demikian.
Setelah sampai post persimpangan apuy semangat gue sempet ngedrop melihat medan dengan kemiringan yang hampir 90 derajat, di tambah medan berpasir licin rawan jatuh karena rapuh, belum lagi terdapat ukiran keramik yang menandakan pernah ada orang yg meninggal ditempat tersebut membuat gue sangat ngedown, tapi mau gimana lagi mau gak mau misi harus selesai karena sudah terlanjur sampai sini.
Akhirnya sampai juga di Post terakhir sebelum puncak yaitu post gua lawet, dalam hati gue berpikir mungkin di gua ini kali yah legenda nini pelet berasal. Karena konon kabarnya nini pelet tu tinggal di ciremai, cos gua nya cukup ngeri berada dibawah tapi dari atas gua ini kita disajikan panorama pemandangan yang sangat indah Subhanallah. Dipost ini kami mendirikan tenda buat menaruh barang-barang kami biar perjalanan ke puncak nanti tidak terlalu berat bebannya.
Medan terakhir itu berupa bebatuan yang cukup terjal dan miring pokoknya resiko bahayanya itu 90%, maka dari itu diperlukan fisik yang prima dan fokus, dan akhirnya setelah melalui semuanya...
Minggu 28 September 2014 tepat pukul 12:00 WIB
kami berenam berhasil menginjakan kaki
di Puncak Para Wali
3078 mdpl
Gunung Ciremai
Gunung tertinggi di Jawabarat
.....AlhamdulillaH.....
Demikian ketikan singkat gue semoga bisa menginspirasi
Thanks enjoy with my blog and than
Salam kenal dari gue
MosaripSalam kenal dari gue
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email






















No Comments